Important Announcement: Journal status update, Garuda indexation, and the separation of OJS systems.
Clarrisa Ayu Candra Kirana
Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Jember
Mury Ririaty
Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Jember
Iken Nafikadini
Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Jember
Keywords: Perilaku kesehatan, sopir truk ekspedisi, pencegahan penularan Covid-19, adaptasi kebiasaan baru
ABSTRACT
Perilaku kesehatan dalam mencegah penularan Covid-19 di masa adaptasi kebiasaan baru merupakan upaya penting yang harus dilakukan oleh masyarakat untuk memutus rantai penularan Covid-19, khususnya bagi individu yang memiliki risiko penularan tinggi seperti sopir truk ekspedisi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor apa saja yang berhubungan dengan perilaku kesehatan sopir truk ekspedisi dalam upaya pencegahan penularan Covid-19 di masa adaptasi kebiasaan baru. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan korelatif. Populasi dalam penelitian ini adalah anggota sopir truk ekspedisi Komunitas Driver Laros Banyuwangi (KDLB) dengan sampel sebesar 54 sopir. Data primer penelitian ini berupa hasil wawancara dengan kuesioner tertutup dan observasi serta data sekunder berupa dokumen keanggotaan KDLB. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi spearman dengan nilai signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel pendidikan terakhir (p-value 0,119), lama kerja (p-value 0,295), rute kerja (p-value 0,296), dan ketersediaan sarana dan prasarana (p-value 0,574) tidak berhubungan dengan perilaku pencegahan penularan Covid-19, sedangkan umur (p-value 0,013), pengetahuan (p-value 0,000), dan sikap (p-value 0,041) memiliki hubungan dengan perilaku pencegahan penularan Covid-19. Dinas Kesehatan diharapkan mampu memberikan informasi secara langsung melalui sosialisasi maupun tidak langsung melalui media promosi kesehatan yang disebarluaskan. Sopir truk ekspedisi juga diharapkan mampu menerima dan aktif mencari informasi terpercaya terkait Covid-19.s an effort to reduce the turnover problem.
REFERENCES
1] Fitri B M, Otik W, andIskandar A(2020) Penerapan Protokol Kesehatan Era New Normal dan Risiko COVID-19 pada Mahasiswa.Riset Informasi Kesehatan, 9(No. 2): 143-153
2] ObellaZ and N Adliyani (2015) Pengaruh Perilaku Individu Terhadap Hidup Sehat. 2015. Jurnal Majority. 4(No. 7): 109–114..
3] Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) RI Nomor 9 Tahun 2020 Pedoman Pembatasan Sosial Berskala Besar Dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19). 3 April 2020. Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 326. Jakarta.
4] InstruksiMenteri Dalam Negeri Nomor 24 Tahun 2021 Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 4 dan Level 3 Corona Virus Disease 2019 Di Wilayah Jawa dan Bali. 25 Juli 2021. Jakarta.
5] Nurdjanah N and Reni P (2017) Faktor yang Berpengaruh terhadap Konsentrasi Pengemudi. Warta Penelitian Perhubungan, 29(No. 1): 141-157.
6] Huang C, Y et al(2020) Clinical Features Of Patients Infected With 2019 Novel Coronavirus In Wuhan, China.The Lancet. 395(No. 10223):497–506. https://www.researchgate.net/publication/338806634.[Diakses pada tanggal 5 Oktober 2020]
7] Sagala S H, Maifita Y, and Armaita (2020) Hubungan Pengetahuan dan Sikap Masyarakat Terhadap COVID-19: A Literature Review. Jurnal Menara Medika 3(No. 1):46-53.
8] Notoatmodjo S (2012)Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan.Jakarta: Rineka Cipta.
9] Kristawansari (2018) Hubungan Antara Pengetahuan dan Sikap Sopir Truk Tentang HIV/AIDS Dengan Perilaku Pencegahan HIV/AIDS (Studi Kasus di Area Pangkalan Truk Alas Roban Kabupaten Batang). Unnes Journal of Public Health, 2(No. 3): 1-9.
10] Zulkifli,Rahayu S, andAkbar S. A (2019) Hubungan Usia, Masa Kerja dan Beban Kerja dengan Stress Kerja pada Karyawan Service Well Company PT. Elnusa Tbk. Wilayah Muara Badak. Jurnal Kesehatan Masyarakat 5(No. 1):46-61.
11] Siagian T (2020) Mencari Kelompok Berisiko Tinggi Terinfeksi Virus Corona dengan Discourse Network Analysis. Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia:JKKI 9(No. 2):98-106.
12] Agustin D, Apriyan N, Susanti F,Tafrizi, Aprillia Y T, Cahyono S, et al. (2021) The Role of Caregivers in Elder Care during Coronavirus Disease-2019 Outbreaks. Jurnal Kesehatan Masyarakat: KEMAS 17 (Issue 1), 85-93.
13] Dharmawati I A andWirata I (2016) Hubungan Tingkat Pendidikan, Umur, Dan Masa Kerja Dengan Tingkat Pengetahuan Kesehatan Gigi dan Mulut pada Guru Penjaskes SD Di Kecamatan Tampak Siring Gianyar. Jurnal Kesehatan Gigi 4(No. 1):1-5.
14] Fuadzy H, et al(2019) Sumber Informasi dalam Mendorong Tindakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) bagi Masyarakat Kota Bandung. Buletin Penelitian Sistem Kesehatan 22(No. 1):27-33.
15] Syahfila A(2019) Resistensi Sopir Truk Guna Menghadapi Tekanan Pihak Lain Dalam Pekerjaannya. Skripsi. Surabaya: Program Studi Sosiologi Universitas Airlangga.
16] Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 17 Tahun 2021 Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro dan Mengoptimalkan Posko Penanganan Corona Virus Disease 2019 Di Tingkat Desa dan Kelurahan Untuk Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019. 5 April 2021. Jakarta.
17] Notoatmodjo S (2003) Pengembangan Sumber Daya Manusia.Jakarta: Rineka Cipta.
18] Hamzah B (2020) Gambaran Pengetahuan dan Sikap Mahasiswa Kesehatan tentang Upaya Pencegahan Penyebaran COVID-19. Bali Heal Publication Journal 2(No. 1):1-12.
19] Azwar S (2013) Metode Penelitian.Yogyakarta: Pustaka Belajar.
20] Fitria R, Jumaini,andAgrina (2021) Hubungan Pengetahuan, Sikapdan Sarana Prasarana Dengan Perilaku Masyarakat Dalam Penerapan Protokol Kesehatan COVID-19. JOM FK.p 8(No. 1):1-8.
21] Nakoe M R, et al (2021) Perbedaan Perbedaan Efektivitas Hand-Sanitizer Dengan Cuci Tangan Menggunakan Sabun Sebagai Bentuk Pencegahan COVID-19. Jambura Journal of Health Science and Research. 2(No. 2): 65-70.
22] Afrianti NandRahmiati C (2021) Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kepatuhan Masyarakat Terhadap Protokol Kesehatan COVID-19. Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Imliah STIKES Kendal 11(No. 1),113-124.
23] Budilaksana S (2021) Faktor-faktor Kepatuhan Pelaksanaan Protokol Kesehatan Dalam Menghadapi Pandemi COVID-19 Pada Masyarakat Di Desa Kasiyan Kabupaten Jember. Artikel Jurnal. Jember: Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Jember.
24] Gannika L and E Sembiring(2020) Tingkat Pengetahuan dan Perilaku Pencegahan Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) Pada Masyarakat Sulawesi Utara. NERS: Jurnal Keperawatan 16(No. 2):83-89.
25] Prawajianto A, Hartanti R I, andMa'rufi I (2016) Kapasitas Kerja Fisik Pengemudi Truk di Perusahaan Angkutan Indah Makmur Kota Probolinggo. Artikel Ilmiah Hasil Penelitian Mahasiswa:1-6.
26] Nismawati andMarthyni (2020) Faktor yang Berhubungan Dengan Penrapan Protokol Kesehatan pada Pelaku Usaha Mikro Selama Masa Pandemi COVID-19.UNM Environmental Journals 3(No. 3):116-124.
27] Patimah I, Yekti W S, Alfiansyah R, Taobah H, Ratnasari D, andNugraha A (2021) Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Perilaku Pencegahan Penularan COVID-19 pada Masyarakat. Jurnal Kesehatan 12(No. 1):52-60.
28] Muhdar, Heriviyatno J S, Grace T T, Abdul G, Tukatman, andMariany (2021) Hubungan Pengetahuan dan Sikap Terhadap Praktik Pencegahan COVID-19 Pada Narapidana. Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia 16 (No. 2): 72-78.
29] Alfikrie F, Ali A, andD A Y (2021) Pengetahuan dan Sikap Mahasiswa Dalam Pencegahan COVID-19. Borneo Nursing Journal (BNJ) 3(No. 1):39-44.
30] J H, M, andHandayani R (2020) Sarana dan Prasarana Rumah Sakit Pemerintah dalam Upaya Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Indonesia. Jurnal Kefarmasian Indonesia 6(No. 2):137-146.